Gubernur Lampung Mengikuti Rapat Paripurna DPRD Provinsi Lampung

Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi yang diwakili oleh Sekertaris Daerah, Fahrizal Darminto menghadiri dan memberikan Sambutan pada Acara Rapat Paripurna DPRD Provinsi Lampung, bertempat di Ruang Sidang DPRD Provinsi Lampung, Rabu (23/06/2021).

Rapat Paripurna dengan agenda Pembicaraan Tingkat II, Laporan Panitia Khusus LKPJ Kepala Daerah Tahun 2020, Permintaan persetujuan dari anggota DPRD Provinsi Lampung dan pembacaan keputusan DPRD.

Pembicaraan tingkat I, penyampaian Raperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2020.

Gubernur Lampung Adakan Kegiatan Coffee Morning Dengan Pengusaha Pengelolaan Ubi Kayu

Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi hadir dan memberikan arahan dalam kegiatan Coffee Morning bersama Pengusaha Industri Tapioka bertempat di Hotel Novotel Bandar Lampung, Rabu (23/06/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Arinal melakukan Evaluasi Kesepakatan dengan Pengusaha Tapioka dalam meningkatkan pendapatan petani Ubi Kayu di Provinsi Lampung.

Hadir dalam kegiatan Coffee Morning Pelaku Usaha atau Pengusaha Pengolahan Ubi Kayu, Perwakilan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang berkedudukan di Lampung, Wahyu Bekti, Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Bappeda, Kadis Perkebunan, Kadis Perindustrian dan Perdagangan, Kadis Kominfotik, Karo Perekonomian, Kabid pada Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura.

Pada kesempatan tersebut Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kusnardi, melaporkan bahwa sesuai hasil kesepakatan pertemuan Gubernur Lampung dan Pengusaha Tapioka pada tanggal 23 Maret 2021 lalu, pada tanggal 17 – 18 Juni 2021 telah dilakukan monitoring kepada 4 Perusahaan Tapioka oleh Tim Monitoring yang terdiri dari: Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan dan TPH, Biro Perekonomian, Kanwil II KPPU, dan Dekan Fakultas Pertanian Unila.

Dari hasil monitoring tersebut diketahui bahwa Perusahaan sudah memenuhi kesepakatan dalam mengukur kadar pati dengan menggunakan alat ukur kadar pati sesuai SNI baik digital maupun manual.

Perusahaan telah membeli ubi kayu diatas Rp. 900,-, harga bervariasi antara Rp. 1.040,- s/d Rp. 1.453,-., Namun untuk penentuan rafaksi maksimal 15% tidak dapat dilaksanakan oleh semua perusahaan, masih ada perusahaan yang memberikan rafaksi lebih dari 15% hingga 27% dikarenakan masih banyak petani yang menyertakan bonggol dan tanah dalam jumlah besar.

Sementara itu Gubernur dalam arahannya menyampaikan bahwa saat ini singkong sudah menjadi komoditi utama, untuk itu diperlukan langkah-langkah yang selain dapat meningkatkan kesejahteraan petani, juga menguntungkan Pengusaha. Hal tersebut tentunya dengan didukung oleh kebijakan pemerintah daerah bekerjasama dengan semua stakeholder.

“Prinsip saya adalah petani sejahtera, Pengusaha untung, kita permudah dengan kebijakan. Jangan sampai kita tekan petani untuk meningkatkan produksi tapi masih ada perusahaan yang import, itu tidak benar, kita kawal terus,” tegas Gubernur Arinal

Pada kesempatan tersebut Gubernur juga menyampaikan bahwa mulai tahun 2022, Pemerintah Provinsi Lampung akan mulai memperbaiki jalan provinsi disemua Kabupaten, dengan target di tahun 2024 semua jalan sudah dalam kondisi baik.

“Mulai tahun 2022 kita perbaiki jalan provinsi disemua Kabupaten, terutama yang bisa meningkatkan ekonomi masyarakat dan meningkatkan industri komoditi. Semua Kabupaten kita lakukan, supaya 2024 jalan semua sudah baik,” tuturnya

Pada kesempatan tersebut Gubernur Arinal Djunaidi juga mengucapkan terimakasih kepada para Pelaku Usaha atau Pengusaha Pengolahan Ubi Kayu Lampung, yang telah berani menetapkan harga singkong diatas Rp.900.

“Kedepan akan terus saya undang pengusaha untuk bicara, tidak hanya singkong tapi semua komoditi. Kemarin ada investor china yang datang dan siap membantu, katanya bisa produksi sutra namun pengembangbiakan ulat sutranya bukan dari daun murbei, melainkan dari daun singkong. Ini peluang untuk melakukan keragaman, disatu sisi akan menguntungkan pengusaha disisi lain akan ada tenaga kerja yang terserap lebih banyak,” tutup Gubernur

Senada dengan Gubernur Lampung, Ketua Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Lampung, Hanan A Rozak juga mengapresiasi Pelaku Usaha atau Pengusaha Pengolahan Ubi Kayu Lampung yang telah berani berkomitmen membeli Singkong Petani diharga minimal Rp.900/kg, bahkan sampai Rp.1200/Kg.

Namun demikian menurut Hanan, masih ada Petani yang berharap harga potongan timbangan (rafraksi) bisa lebih kecil dari 15% bahkan sampai 5% saja. Untuk itu Hanan bersama KTNA telah memberikan pengarahan agar petani melakukan panen diatas 9 bulan, agar tercapai kadar pati yang sesuai standar.

“Saya sampaikan pada para petani agar panen 9 bulan ke atas agar kadar patinya sesuai yang diharapkan. kalau kadar patinya masih dibawah 20% jangan panen dulu, kalau kadar patinya sesuai standar tentu harganya akan lebih tinggi” pungkasnya.

Riana Sari Arinal Terima Kunjungan Dirjen Pemdes Kemendagri dan Ketua Bidang III PKK Pusat

Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Riana Sari Arinal, menerima kunjungan Dirjen Bina Pemdes Kementerian Dalam Negeri Yusharto Huntoyungo dan Ketua Bidang Ketahanan Keluarga TP PKK Pusat Irma Zainal, di Mahan Agung, Rabu (23/06/2021)

Turut hadir dalam kegiatan ini, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Pejabat Tinggi Pratama di Lingkungan Pemprov Lampung, Pengurus PKK Provinsi Lampung.

Ketua Bidang Ketahanan Keluarga TP PKK Pusat mengatakan, Gerakan PKK merupakan salah satu gerakan sosial kemasyarakatan yang memiliki potensi luar biasa dalam mendukung pelaksanaan pembangunan, dengan kekuatan kelembagaan yang terstruktur dari tingkat pusat sampai dengan desa/kelurahan, serta didukung oleh kader-kader loyal yang bekerja dengan penuh dedikasi. Hal inilah yang menjadikan Gerakan PKK sebagai mitra strategis pemerintah, hingga mendapat apresiasi dan fasilitasi dalam pelaksanaan program dan kegiatan.

Irma Zainal juga mengapresiasi kegiatan bakti sosial dalam rangka penanggulangan dampak pandemi Covid-19 yang sudah difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Lampung. Kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk kebersamaan dan gotong royong dalam rangka mencegah dan meminimalisir akibat dari pandemi, karena di saat seperti inilah semangat persatuan, kesatuan dan gotong royong harus lebih tercermin dalam setiap langkah.

Sementara itu mengawali sambutannya, Ketua TP PKK Provinsi Lampung Riana Sari Arinal menyampaikan rasa belasungkawa dan turut berduka cita atas meninggalnya Ibunda Ibu Tri Tito Karnavian.

Ketua TP PKK Provinsi Lampung menyampaikan, selain membuka Pelatihan MOCAF di Balai Pemerintahan Desa, Ketua Bidang Penguatan Ketahanan Keluarga TP PKK Pusat juga berkenan mengunjungi Agropark PKK Sabah Balau dalam kunjungan kerjanya kemarin.

Agropark PKK yang dikembangkan oleh TP PKK Provinsi Lampung dan didukung secara penuh oleh Gubernur Lampung ini, menjadi salah satu alternatif wisata sekaligus sarana edukasi kepada masyarakat, untuk memanfaatkan lahan pekarangan bagi ketahanan pangan keluarga.

Di hadapan Dirjen Bina Pemdes Kementerian Dalam Negeri dan Ketua Bidang Ketahanan Keluarga TP PKK Pusat, Riana Sari Arinal memperkenalkan Gerakan Siger (Saatnya Ikut berGErak untuk Rakyat yang membutuhkan) yang diinisiasi oleh dirinya.

Gerakan yang digagas di awal masa pandemi ini merupakan gerakan untuk membantu tetangga di sekitar rumah dengan bahan masakan, agar mereka dapat tetap di rumah saja. Kemudian gerakan ini semakin meluas menjadi gerakan bersama yang dilakukan Tim Penggerak PKK Kabupaten/Kota, Kecamatan sampai ke tingkat Desa/Kelurahan, bahkan diikuti oleh organisasi wanita lainnya.

“Melalui kunjungan kerja kali ini dan program-program dari pusat, Saya berharap agar ibu-ibu dan anak muda sampai ke tingkat desa semakin berdaya serta memperoleh ilmu untuk bersama-sama mengelola potensi yang dimiliki Kabupaten setempat guna mengangkat pertumbuhan ekonomi,” ungkap Riana Sari.

Di sela acara, dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis oleh Ketua TP PKK Provinsi Lampung didampingi oleh Dirjen Bina Pemdes Kemendagri dan Ketua Bidang Ketahanan Keluarga TP PKK Pusat berupa 2 paket Alat Permainan Edukatif bagi Posyandu, 1000 masker bagi masyarakat yang terdampak Covid-19, 100 paket sembako dan 100 paket Siger.

Percepat Pelayanan Vaksin Covid-19, Polda Lampung Gandeng Pihak Ketiga

Kami sengaja menggandeng pihak swasta dalam hal ini sejumlah perusahaan besar seperti jafpa untuk percepatan vaksinasi bagi masyarkat. sebagai panitianya mereka,yang memiliki lokasi dan jumlah peserta vaksin. Sementara vaksin dari kami dan penanggung jawab tetap kami,” kata Akbp. dr. Legowo selaku kasubdit Dokpol Biddokes Polda Lampung.Senin (21/6/2021).

Kerja sama itu, menurut dia, akan dijalankan dalam penyelenggaraan percepatan pelayanan vaksinasi COVID-19

Dalam hal ini, ia menjelaskan, Japfa perusahaan mitra akan mengerahkan tim untuk menyisir dan menjemput warga dan pihak Karyawan perusahaan yang belum menjalani vaksinasi.

Hal ini guna memudahkan warga mengakses pelayanan vaksinasi, Mereka bisa langsung datang ke tempat pelayanan vaksin tersebut. dengan membawa kartu tanda penduduk untuk menjalani vaksinasi COVID-19.” Tandasnya.

Kali ini Polda Lampung menyiapkan 400 dosis vaksin dan akan terus bertambah seiring dengan pengiriman yang akan di datangkan oleh mabes polri sebanyak 1 juta vaksin.

Sementara itu Mudrika Kepala Cabang Japfa Breeding wilayah Lampung menerangkan, pihaknya siap menyiapkan masyarakat maupun warga yang hendak di vaksin di lokasi perusahaan.

“Hal ini menjadi komitmen Japfa dalam turut serta membantu pemerintah untuk menambah imun serta perilaku keseharian masyarakat akan pentingnya Protokol kesehatan di tengah Pandemi Covid-19”. Terangnya

Pihaknya akan menyiapkan lokasi bagi pihak kepolisian Daerah lampung maupun dinas kesehatan setempat untuk melakukan vaksinasi berikutnya dengan jumlah yang lebih banyak lagi.

Dalam kegiatan vaksin ini Sudah tidak perlu surat keterangan domisili, yang penting minimal berdomisili selama tiga bulan, yang penting jujur. Ini program bersama jadi harus didukung bersama. Masalah COVID-19 kan tanggung jawab bersama, harus menggandeng seluruh kekuatan yang ada, siapapun yang mau bantu silakan.

TP PKK Provinsi Lampung dan POKJA III TP PKK PUSAT Tinjau Kawasan Agro Park Sabau Balau

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Lampung Riana Sari Arinal mendampingi Ketua POKJA III TP PKK Pusat Irma Zainal meninjau Kawasan Wisata PKK-Agropark Sabah Balau, Lampung Selatan, Selasa (22/06/2021).

Menurut Irma Zainal, kunjungannya ke Provinsi Lampung adalah dalam rangka meningkatkan kapasitas Tim Penggerak PKK dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam pembuatan Tepung Mokaf (Modified cassava flour) agar memiliki nilai ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani Lampung.

“Selain peningkatan kapasitas pembuatan tepung mocaf, upaya ini juga sekaligus untuk mengedukasi petani bagaimana membuat packaging yang lebih baik dan bagaimana memasarkan produk-produk yang memang sudah ada dan sudah sangat bagus di Lampung, namun pemasarannya saja yang kurang maksimal. Supaya produk-produk petani Lampung dapat menembus pasar Nasional dan Internasional,” paparnya

Kemudian terkait kunjungannya ke Kawasan Wisata PKK-Agropark Sabah Balau, Irma Zainal sangat mengapresiasi PKK Provinsi Lampung yang telah mampu mengelola kawasan wisata agropark, selain sebagai kawasan wisata edukasi bagi keluarga, juga sebagai kawasan Integrated Farming System dimana didalamnya terdapat kawasan pertanian, perikanan dan peternakan yang telah dikelola dengan baik.

“Agropark ini sangat luar biasa, dimana seluruh ekosistem didalamnya telah dikelola dengan sangat baik melalui penerapan Integrated Farming System. Patut diapresiasi dan semoga kedepan bisa terus ditingkatkan lagi,” ucap Irma Zainal.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Lampung Riana Sari Arinal mengatakan bahwa, Kebun PKK Agropark memiliki luas kurang-lebih 10 hektar dan telah ditanami berbagai sayuran, buah-buahan, dan peternakan. Dengan adanya kebun PKK Agropark, dapat menjadi sarana edukasi bagi para ibu dan kader PKK untak dapat memanfaatkan pekarangannya agar lebih produktif.

“Alhamdulillah tadi saya bersama Ibu Irma Zainal hari ini di PKK Agropark panen melon, labu, semangka, kita juga tadi sudah melihat ibu-ibu menanam padi. Semoga kebun PKK Agropark, dapat menjadi sarana edukasi bagi para ibu dan para kader untak dapat memanfaatkan pekarangannya, walaupun sejengkal tanah tapi bisa bermanfaat,” pungkasnya.

Global Wakaf dan ACT Lampung Luncurkan Peduli UMKM

Bantu sejahterakan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lampung meluncurkan Wakaf UMKM bertajuk “Bersama Angkat UMKM Indonesia”

Program Wakaf UMKM tersebut diluncurkan pada di Gedung Pusiban Komplek Kantor Gubernur Lampung Selasa (22/6/2021).

Dalam peluncuran ini, Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi yang diwakili Qodrotul Ikhwan, M.M., Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sektretariat Provinsi Lampung menyampaikan, pada masa pandemi Covid-19 naiknya angka kemiskinan di Lampung.

Membuat 65 persen pelaku usaha mikro mengalami kesulitan dalam permodalan, bahan baku, penjualan, produksi dan distribusi yang relevan, ini mengakibatkan permintaan produk UMKM menurun hingga 89 persen.

“Kita sangat mengharapkan watak perusahaan mikro di Indonesia dapat diberdayakan dan dikembangkan di Lampung, mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini dapat terlaksana segera untuk 1.000 UMKM di 15 Kabupaten / Kota se Provinsi Lampung,” katanya.

Presiden Wakaf Global ACT, N. Imam Akbari mengatakan, kalau pada umumnya, agama kita mengajarkan, 9 dari 10 pintu rezeki adalah perniagaan, salah satunya UMKM.

“Hari ini, kita belajar bahwa kita punya instrumen bernama wakaf yang bisa menjadi alternatif pengganti untuk membangun kewirausahaan, bagaimana bisa meluaskan lapangan kerja dimana satu UMKM bisa memfasilitasi lapangan kerja,” jelasnya.

Ia menyatakan, peran UMKM di Indonesia sebagai tulang punggung sekaligus guru perekonomian bangsa, dimana pada 2008 menjadi tahun dimana Undang-Undang Republik Indonesia mengesahkan kebijakan umum tentang UMKM.

“Pandemi Covid-19 ini juga mengancam perekonomian UMKM di mana hal tersebut juga menimbulkan depresi krisis finansial yang berdampak pada terbatasnya wilayah gerak mereka termasuk pendonatur,” tambah Imam.

Jadii dengan di luncurkan Global Wakaf dan ACT Lampung Mengharapkan Bupati dan Walikota di 15 Kabupaten/ Kota untuk Koordinasi dalam Memecahkan Kesejahteraan para Pelaku Usaha UMKM dan tumbuh dan Berkembang di Provinsi lampung.

Ketua Global Wakaf.dan ACT Seluruh Indonesia telah mencapai 12 Provinsi dan akan terus di kembangkan di 34 Provinsi Seluruh Indonesia. Ujarnya pada Awak media. (Herwan)

Percepat Implementasi Program KPB, Dinas KPTPH Provinsi Lampung Selenggarakan Pendampingan di Pesibar

Dalam rangka menyukseskan program unggulan Gubernur Lampung, Kartu Petani Berjaya, Tim Implementasi Program KPB Dinas KPTPH Provinsi Lampung berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota menyelenggarakan Pendampingan Implementasi KPB bagi Penyuluh, Poktan/Gapoktan, Kios dan Distributor di Kabupaten/kota se-Provinsi Lampung, Senin (21/06).

Pendampingan kali ini dilaksanakan di BPP Pesisir Selatan, Kabupaten Pesibar dan akan berlanjut ke Kabupaten lainnya dalam rangka percepatan Implementasi Program KPB.

Kegiatan ini dihadiri oleh Tim Implementasi KPB Provinsi dan Kabupaten Pesibar, Tim IT UBL, BNI, Penyuluh Pertanian, Gapoktan, Kios dan Distributor di Kec Pesisir Selatan yang merupakan daerah lokus implementasi KPB di Kabupaten Pesibar (Pesibar) tahun ini.

Kasi Lahan dan Irigasi Rendra, S.P., mewakili Kadis Pertanian Kabupaten Pesibar menyampaikan bahwa petani sangat mengapresiasi program KPB, karena KPB menghindari penyimpangan dalam penyaluran pupuk. Ke depan, seluruh petani di Pesisir Barat akan diwajibkan sebagai anggota KPB.

Kasi Pupuk dan Alsintan, Ir. Vieke Sandranita, M.M., selaku anggota Tim Implementasi KPB menjelaskan permasalahan utama dalam penyaluran pupuk subsidi adalah sebagian besar petani tidak mengetahui alokasi pupuk miliknya, sehingga penebusan masih berdasarkan e-RDKK. Hal ini menyebabkan penyaluran pupuk subsidi belum 6 tepat (tepat waktu, tepat jumlah, tepat jenis, tepat tempat, tepat mutu dan tepat harga).

Kartu Petani Berjaya (KPB) dapat mengatasi permasalahan tersebut, karena dalam akun poktan/petani tertulis alokasi pupuk subsidi masing-masing petani/poktan. Demikian juga halnya dengan kios/pengecer, dalam penyalurannya harus sesuai dengan pesanan petani/poktan lewat aplikasi KPB. Manfaat lainnya yang diperoleh dari KPB yaitu kemudahan mengakses KUR dan AUTP, serta Kartu KPB yang bersifat combo card.

Progres implementasi program KPB di Provinsi Lampung sampai saat ini, petani yang sudah teregistrasi KPB sejumlah 185.495 orang, petani yang sudah melakukan penebusan pupuk subsidi lewat aplikasi KPB sebanyak 50.246 orang, petani yang sudah memanfaatkan KUR Tani 3.734 orang dengan jumlah Rp.76,8 M, dan luasan sawah petani yang telah mendapat dukungan AUTP sebanyak 9.629 Ha.

Melalui KPB, diharapkan petani Lampung menjadi petani digital yang dapat melakukan transaksi penebusan pupuk bersubsidi dan non-subsidi secara online melalui Aplikasi KPB, melakukan pembayaran secara non tunai, bisa mengakses pembiayaan KUR dari perbankan dan mendapatkan fasilitas AUTP secara gratis.

Selain petani, kepada pengecer/kios dan distributor juga diberikan pendampingan tata cara menerima dan mengkonfirmasi pesanan pupuk dari petani tepat waktu. (Herwan)