Begini Bentuk Kepedulian Fraksi Partai Demokrat DPRD Lampung Untuk Masyarakat

Oke Lampung – Kepedulian di tengah Pandemi Covid-19 ditunjukkan 10 legislator DPRD Fraksi Partai Demokrat Lampung.

Selain aktif memberi masukan dan kritik konstruktif ke pemerintah, Fraksi Demokrat DPRD Provinsi Lampung turut hadir dan turun tangan langsung dalam membantu masyarakat yang terdampak langsung wabah Covid-19.

Anggota fraksi Demokrat DPRD Provinsi Lampung yang terdiri dari : M. Raden Ismail (dapil Lampung Selatan), Hanifal (Tulang bawang, Tulang bawang Barat, Mesuji), Angga Satria Pratama (Pesawaran, Metro, Pringsewu), Midi Iswanto (Lampung Tengah) Deni Ribowo dan Yozi Rizal (Lampung Utara, Way Kanan) Asep Makmur dan Khadafi ( Lampung Timur), Budiman (Bandar Lampung) dan Amaludin (Tanggamus, Lampung barat, Pesisir barat) selama bulan April ini sudah membagikan 15 ribuan paket sembako dan puluhan ribu masker ke masyarakat Lampung.

“Ini adalah wujud nyata kepedulian Fraksi partai Demokrat DPRD Provinsi Lampung untuk menjadi bagian dari solusi permasalahan masyarakat yang ada di Lampung,” ujar Anggota Fraksi Demokrat DPRD Lampung Yozi Rizal (20/5).

Hal ini juga, menurut Ketua Komisi I DPRD Lampung ini, dilakukan untuk menindaklanjuti perintah ketua umum Partai Demokrat Agus Harimukti Yudhoyono (AHY) di dalam melanjutkan Gerakan Nasional Partai Demokrat (GNPD) Peduli dan Berbagi.

Gerakan Nasional Partai Demokrat Peduli dan Berbagi merupakan gerakan yang diinisiasi Ketum AHY melalui instruksi 03 Partai Demokrat yang dirilis pada 25 April 2020 dan dilanjutkan ke tahap dua.

Saat ini lebih dari 400 ribu bantuan yang dibagikan partai demokrat melaui kader-kadernya ke masyarakat kekurangan yang berada di berbagai daerah di Indonesia.

Menjelang hari raya Idul Fitri ini Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Lampung juga menghimbau kepada masyarakat untuk mengikuti anjuran pemerintah untuk jangan mudik dan menjalankan shalat id dirumah. Selain itu, menghindari berkumpul, menggunakan masker, dan menjalankan pola hidup yang bersih dan sehat.

Hal ini dilakukan untuk memutus penyebaran covid-19 di bumi Lampung tercinta ini. (Red)

Bersiap New Normal, Fraksi PKB Lampung Suarakan Aspirasi PONPES

Oke Lampung – Kebijakan Pemerintah pusat yang akan menerapkan konsep kehidupan new normal (pola hidup baru) diharapkan dapat menyelamatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dalam masa Pandemi Covid-19.

Sebab, pandemi virus yang berasal dari Wuhan China ini memberi dampak besar bagi perekonomian masyarakat dunia dan tentunya bagi seluruh kalangan, termasuk kehidupan di pesantren yang di dalamnya memuat kehidupan santri, pengajar, masyarakat yang menggantungkan perputaran ekonominya dari kehidupan pesantren.

Tentunya, dalam persiapan penerapan new normal di pesantren ini, kondisi sarana dan prasarana harus lebih diperhatikan, untuk di Lampung misalnya.

Sebab, sebagian besar pesantren di Lampung belum memenuhi standar kesehatan, terlebih protokoler Covid-19 untuk menjalankan konsep new normal. Hal ini dikatakan Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lampung Okta Rijaya, Jumat (29/5).

“Kebutuhan sarana prasarana di pesantren dalam penerapan new normal seyogyanya harus dipenuhi, seperti Pusat Kesehatan pesantren beserta tenaga dan alat medis, sarana MCK yang memenuhi standar protokoler Covid-19, wastafel portabel dan penyemprotan disinfektan, APD termasuk alat rapid tes, hand sanitizer dan masker, serta kebutuhan penambahan ruang untuk karantina, isolasi mandiri, ruang asrama dan ruang kelas untuk memenuhi standar penerapan physical distancing,” jelas Okta didampingi Wakil Ketua Fraksi Jauharoh, Noverisman Subing, dan anggota fraksi PKB DPRD Lampung lainnya.

Untuk itu, kata Okta, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lampung mendorong Pemerintah Provinsi Lampung untuk membantu pesantren mempersiapkan diri menghadapi masa new normal sekaligus akan mengawal kebijakan tersebut hingga tingkat implementasinya.

“Kami juga meminta kepada pemerintah provinsi Lampung agar dapat memenuhi kebutuhan pesantren selama new normal. Kami juga meminta F PKB kabupaten/kota se-Lampung untuk menyuarakan hal yang sama ke Pemda masing-masing,” ucapnya.

Sebab, tambah dia, kondisi ini harus segera diantisipasi, ditangani dan dicarikan solusi terutama oleh pemerintah Provinsi Lampung. “Maka Pemprov Lampung harus memberikan bantuan nyata kepada pesantren dalam bentuk memfasilitasi rapid tes dan pemeriksaan swab massal untuk seluruh kyai dan santri sebagai penanda dimulai kegiatan belajar mengajar di pesantren, pemenuhan kebutuhan pangan dan ekonomi minimal 14 hari, penyediaan sarana belajar yang memenuhi standar new normal, penyiapan SOP atau prosedur tetap, serta alokasi anggaran khusus yang bersumber dari APBD untuk pesantren selama masa new normal,” terangnya.

Sementara, Wakil Ketua Fraksi PKB DPRD Lampung Jauharoh menambahkan, kesembilan anggota Fraksi PKB sudah turun ke dapil masing-masing dalam mengkroscek situasi dan kondisi pesantren yang ada di Lampung.

“Kami sangat prihatin dengan kondisinya seperti itu, maka kami kumpul hari ini ingin menyuarakan hal tersebut. Untuk itu, kami mengusulkan kepada pemerintah untuk dapat memenuhi kebutuhan pesantren selama new normal,” tandas Ketua Bapemperda DPRD Lampung ini. (Red)

Gelar Reses, RMD Dikeluhkan Dampak Covid-19

Oke Lampung – Anggota DPRD Provinsi Lampung, Rahmat Mirzani Djausal (RMD) menggelar reses dan membagi – bagikan sembako, masker dan hand sanitizer kepada warga Kelurahan Kampung Baru dan Rajabasa.

Dalam kesempatan itu, warga banyak mengeluhkan para pemuda sekitar yang masih menganggur dan tidak memiliki peluang usaha lantaran tak ada biaya, terlebih dampaknya sangat terasa saat dilanda pandemic Covid-19 ini.

“Para pemuda – pemudi di sini banyak yang nganggur, kami ingin meminta bantuan bagaimana anak – anak kami yang belum punya pekerjaan ini bisa memiliki peluang dengan pemberian bantuan dana,” pinta Saidi, warga Kampung Baru, Selasa (19/05).

Saidi pun menuturkan, banyak warga sekitar rumahnya terkena dampak pandemic Covid, dimana sebagian warganya adalah buruh harian lepas. “Banyak dari warga sini merupakan buruh harian lepas dimana sejak pandemic covid – 19 ini, ada yang dirumahkan sementara anaknya pun belum bekerja. Sebagian kecil lagi masuk kerjanya tidak setiap hari, gaji sesuai jumlah hari masuk kerja,” keluh Saidi.

Saidi menuturkan pihaknya sangat bersyukur dengan kedatangan Rahmat Mirzani Djausal ke daerahnya, ia mengaku selama ini pihaknya belum sama sekali didatangi anggota legislative di tingkat provinsi.

“Baru kali ini kami didatangi anggota DPRD Provinsi Lampung, kami sangat terharu dan terima kasih sudah mau datangi kami dan mendengarkan keluhan kami. Tentunya, kami berharap aspirasi ini bisa didengar pemerintah melalui Pak Mirza, sehingga anak – anak kami yang menganggur ini dapat menciptakan peluang usaha dengan kucuran dana usaha,” tutur Saidi.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Komisi V itu menyatakan pihaknya akan berusaha membantu terkait bantuan dana usaha tersebut melalui program – program pemerintah yang sudah ada. “Namun program – program tersebut disalurkan melalui kelompok – kelompok resmi, seperti karang taruna dan kelompok lainnya yang resmi,” janji Mirza.

Mirza pun mengakui di Bandar Lampung, pertumbuhan ekonomi maju pesat dengan jalan semakin besar, gedung semakin banyak, namun ia melihat warga Bandar Lampung tetap masih banyak yang menganggur.

“Kan aneh, masyarakat kota semakin susah mencari pekerjaan. Daerahnya bertumbuh tapi kok nyari kerjanya susah. Harusnya kan maju, cari kerjanya gampang,” tandasnya.

Ternyata, menurut Mirza, banyak pekerjaan yang ada di Kota Bandar Lampung dalam tahap pengerjaannya justru mengambil tenaga kerja dari luar Bandar Lampung, bahkan luar Provinsi Lampung.

“Pembangunan gedung – gedung seperti hotel, ruko dan perumahan, saya Tanya, tukangnya diambil dari luar Lampung, dari Jawa.,” ungkap Mirza.

Mirza menilai harus ada sikap tegas dari pemerintah setempat untuk menghimbau agar berbagai pihak untuk tidak menerima pegawai atau tenaga kerja dari luar Lampung dengan membuat regulasi yang sah sehingga masyarakat Lampung dapat mudah mencari pekerjaan di kotanya sendiri.

“Jika terkendala pada SDM-nya, kita kan ada program – program untuk meningkatkan SDM-nya,” pungkasnya. (Red)

Reses di Mesuji, Budi Yuhanda Siap Prioritaskan Jalan Usaha Tani

Oke Lampung – Anggota DPRD Provinsi Lampung Daerah Pemilihan VI Budi Yuhanda melaksanakan kegiatan Reses di dua Kecamatan Kabupaten Mesui, yakni di Rawajitu Uatara dan Mesuji Timur.

Dalam reses tersebut, kata Budi, permasalahan Infratruktur Jalan sangat memprihatinkan, mayoritas warga mengeluhkan Jalan yang sangat parah terlebih saat curah hujan tinggi seperti sekarang ini.

“Tidak ada upaya penanganan cepat dari pemerintah setempat, ini terlihat banyaknya kendaraan yang terplater di sepanjang jalan selalu ada jalan lumpur yang mengakibatkan tidak hanya kendaraan roda 4 bahkan roda dua pun tak sedikit yang terplater,” jelasnya (18/5).

Lambatnya penanganan pemerintah setempat menjadikan semakin buruknya kondisi jalan.

“Kami juga berdialog dengan petani penghasil gabah di dua kecamatan ini, seperti diketahui 2 kecamatan ini adalah salah satu daerah penyumbang surplus padi terbesar di Provinsi Lampung, namun tidak ada bentuk apresiatif dari pemerintah, mereka mengeluhkan harga panen yang murah, dan tingginya biaya operasional karena kondisi jalan yang rusak,” terangnya.

Belum lagi, tambah dia, jalan menuju lahan pertanian yang tidak bisa dilalui roda empat sehingga harus dilansir menggunakan roda dua, itu pun kondisinya memprihatinkan.

“Mereka menggunakan jasa ojek yang juga memerlukan biaya yang tidak sedikit, para petani berharap di setiap kelompok persawahan ada jalan usaha tani yang permanen dan baik sehingga memudahkan para petani untuk mengangkut hasil panen mereka. Paling tidak bisa menekan biaya pengeluaran mereka,”ucapnya.

Anggota Fraksi NasDem Provinsi Lampung ini juga mengaku kecewa terhadap pemerintah setempat karena tidak merasakan penderitaan para petani.

“Jangan jadikan corona sebagai alasan klasik, alat berat kita kan banyak. Inshaallah kita akan upayakan untuk memperjuangkan perbaikan Jalan Usaha Tani di 2 kecamatan ini di Tahun Anggaran mendatang,”pungkasnya. (Red)

Gelar Reses, Hanifal Serap Aspirasi Petani Singkong

Oke Lampung – Anggota DPRD Lampung Dapil VI (Tuba, Tuba Barat dan Mesuji) Hanifal melanjutkan giat reses-nya di tiga Kabupaten tersebut.

Dalam tatap muka dengan masyarakat yang mengedepankan protokoler kesehatan dari pemerintah ini, Ketua Fraksi Partai Demokrat Lampung ini dihadapkan dengan berbagai keluhan masyarakat sekitar, seperti infrastruktur jalan, pembagian BLT yang tidak merata, harga pertanian terutama singkong dan karet yang anjlok.

“Aspirasi dari masyarakat ini tentunya akan kita masukkan dalam laporan hasil reses untuk kita perjuangkan di Tahun Anggaran mendatang,” jelas Sekretaris Komisi III DPRD Lampung ini (19/5).

Dalam kegiatan tersebut juga, Hanifal memberikan santunan kepada 100 anak yatim dan membantu pengobatan salah satu anak di Tiuh Tirta Motor, Kecamatan Tulangbawang Tengah yang terkena penyakit hydrocapilus. (Red)

Jaring Aspirasi, RMD Dicurhati PKH

Oke Lampung – Anggota DPRD Provinsi Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menggelar reses dan membagi – bagikan sembako, masker dan hand sanitizer kepada warga Kelurahan Kampung Baru dan Rajabasa.

Dalam kesempatan itu, warga banyak mengeluhkan terkait PKH dimana sejumlah warga mengakui mereka telah terdaftar sebagai penerima PKH sejak 2018 namun hingga kini bantuan yang dijanjikan masuk ke rekening belum juga mereka dapatkan.

“Saya sejak 2018 sudah terdaftar sebagai penerima bantuan PKH, namun sampai sekarang saldo di rekening tetap nol rupiah. Sementara di sisi lain, saya gak dapat bantuan apa pun lantaran saya sudah terdaftar nerima PKH,” ungkap Farida, Selasa (19/05).

Keluhan tersebut pun dibenarkan puluhan warga lain yang saat itu menghadiri acara reses Rahmat Mirzani Djausal di Rajabasa. Saat ditanyai terkait pendamping yang berasal dari dinas social, Farida menyebutkan selama ini pihaknya didampingi oleh Lita.

“Kami di sini dibagi kelompok – kelompok gitu, dan kordinator dari dinasnya Mbak Lita. Tapi masalah duit itu, saya gak pernah terima,” tukas Farida.

Farida dan puluhan warga lainnya mengakui telah mengantongi kartu sebagai penerima bantuan PKH. Tak hanya itu saja, sejumlah warga juga mengakui untuk bantuan beras pun, sudah tiga bulan ini dibekukan.

“Bahkan sekarang aja sudah diblokir, gak bisa diambil,” seru Farida.

Hingga kini, diakui Farida, dirinya dan puluhan warga penerima PKH masih terdaftar. “Makanya nasib kami ini gimana, terima kartu PKH tapi gak pernah terima. Sementara karena sudah terdaftar PKH, gak bisa dapat bantuan apapun,” keluhnya.

Sementara itu, seorang warga yang enggan disebutkan namanya menuturkan dirinya sudah sering mengajukan kepada RT setempat untuk bisa mendapatkan bantuan PKH atau bantuan sosialnya, namun hingga kini permohonan tersebut belum juga diberikan.

“Saya sudah sering ngajuin ke RT, sudah kumpul syarat yang diminta, seperti KTP KK dan keterangan tidak mampu, namun sampai sekarang belum juga saya terima bantuan dalam bentuk apapun,” tandas warga Gang Yahya ini.

Menanggapi persoalan tersebut, Mirza berjanji pihaknya akan mendata kembali warga yang sudah terdaftar menerima PKH namun belum pernah mencicipinya.

“Nanti tolong semua warga yang sudah punya kartu PKH namun belum juga menerima bantuan PKH-nya, tolong foto kartunya lalu kirim ke tim saya yang ada di sini, atau bisa melalui staf saya, Pak Asroni ini, Insya Allah akan saya kordinasikan dengan dinas sosial,” ujarnya. (Red)

Turun ke Dapil, DRB Dicurhati Dampak Covid-19

Oke Lampung – Pandemi Covid-19 yang mewabah Indonesia bahkan dunia, sangat terasa dampaknya bagi masyarakat, terutama di sektor perekonomian.

Ya, efek domino perekonomian yang ditimbulkan dari virus tersebut sangat berpengaruh ke masyarakat, khususnya masyarakat kecil menengah. Sebab, tak sedikit perusahaan maupun lapangan pekerjaan yang tutup, sehingga menyebabkan PHK massal bagi para buruh.

Bantuan dari pemerintah, berupa BLT atau yang lainnya pun dirasa masih minim. Hal ini menjadi perbincangan hangat Anggota DPRD Lampung Dapil V (Lampura dan Waykanan) Deni Ribowo (DRB) saat menggelar reses di dapilnya, kemarin.

“Warga yang tidak menerima bantuan dari pemerintah ternyata masih ada. Mereka minta solusi, dan tentunya akan saya akomodir untuk Kordinasi dengan pihak terkait,” kata DRB seraya menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung juga membagikan sembako untuk warga yang tidak mendapatkan BLT dan yang lainnya.

Selain persoalan tersebut, masalah infrastruktur dan pungutan SPP juga menjadi bahasan warga yang ia temuka saat reses kemarin. Hal itu tentunya akan ia tindaklanjuti dalam program kerja mendatang.

Tak lupa juga, Politisi Demokrat ini mengimbau kepada masyarakat untuk terus mematuhi protokoler kesehatan seperti memakai masker, mengkonsumsi buah dan sayur, mencuci tangan dengan sabun serta jaga jarak dan jaga kebersihan.

“Menjaga stamina agar terus prima, sehingga imunitas tubuh akan selalu terjaga. Insyaallah bisa jauh dari Covid-19,” pungkasnya. (Red)

Turun Reses, Warga Lamteng Keluhkan Jalan Rusak ke IMS

Oke Lampung – Anggota DPRD Lampung Fraksi Partai Gerindra I Made Suarjaya (IMS) melangsungkan giat reses-nya di Kabupaten Lampung Tengah.

Bertempat di Kampung Tanjung Iman Kecamatan Buminabung dan Kampung Rajawali Kecamatan Bandar Surabaya, kedatangan Anggota Komisi III DPRD Lampung ini dikeluhkan jalan rusak oleh masyarakat.

“Jalan rusak menjadi perhatian kita, karena ini merupakan aspirasi masyarakat setempat. Tentunya, untuk ke depan akan menjadi prioritas untuk kita tindaklanjuti,” jelasnya.

Dalam Reses tersebut juga, IMS membagikan paket sembako kepada masyarakat guna meringankan sedikit beban masyarakat yang terdampak langsung wabah Covid-19. (Red)

Reses Di Lampura, Yose Rizal Dihadapi Masalah Infrastruktur

OL, LAMPUNGUTARA, – Anggota DPRD Lampung Dapil V (Lampung Utara dan Waykanan) Yose Rizal kembali melanjutkan lawatan reses-nya dalam rangka menyerap aspirasi konstituen.

Masih di Lampung Utara, kali ini Anggota Fraksi PDIP DPRD Lampung tersebut menyambangi masyarakat Kotabumi Selatan, Senin (18/5) petang.

Saat berdialog dengan perwakilan masyarakat, Yose Rizal dihadapi dengan permasalahan-permasalahan yang ada seperti di bidang keamanan, insfrastruktur jalan dan bangunan sekolah.

“Jadi, tadi masyarakat mengeluhkan dengan adanya jalan rusak, dan juga tingkat kriminalitas yang bertambah. Hal ini bisa dikatakan dampak dari Pandemi Covid-19,” ujar Anggota Komisi III DPRD Lampung ini.

Selain itu, kata Yose, masyarakat setempat juga mengeluhkan bangunan gedung sekolah seperti SMA I dan SMP 2 Kotabumi untuk direhab. “Aspirasi-aspirasi ini akan kita tampung terlebih dahulu dan insyaallah akan kita masukkan dalam laporan hasil reses untuk kita tindaklanjuti ke depannya melalui program kerja,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu juga, Yose membagikan paket sembako kepada masyarakat yang terkena langsung dampak Covid-19. (Red)

Dewi Nadi Bagi-Bagi Sembako dan Masker Serta Edukasi Warga Soal Pencegahan Covid-19

Oke Lampung – Anggota DPRD Lampung Dapil Lampung Tengah Ni Ketut Dewi Nadi, ST, menggelar kegiatan Reses bertemu dan bertatap muka langsung dengan masyarakat Kampung Sakti Buana, Kecamatan Seputih Banyak, Lampung Tengah, Rabu (20/05)

Dalam Reses tersebut, Dewi Nadi mengedepankan protokoler Kesehatan dari pemerintah seperti memeriksa suhu peserta yang mengikuti agenda reses dengan alat Thermometer Digital sebagai antisipasi agar seluruh warga yang hadir sedang dalam kondisi sehat serta memastikan seluruh perwakilan masyarakat yang hadir agar menggunakan masker.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung ini berpesan kepada masyarakat untuk bersama-sama mentaati protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

“Kami mohon, ibu bapak semua bersama sama mentaati protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah agar dapat segera memutus mata rantai penyebaran virus corona atau covid 19, dengan tetap menjaga jarak, menggunakan masker apabila keluar rumah, untuk tidak berkerumunan, tetap dirumah saja bila tidak ada hal yang  penting, jaga kebersihan, jaga pola hidup sehat dan berdoa kepada TUHAN yang maha Esa agar kita semua terhindar dari wabah virus corona,” ujarnya.

Selain itu, Ni Ketut Dewi Nadi juga berpesan agar masyarakat mampu menjaga pola hidup sehat dan kebersihan lingkungan. “Saya berharap kepada warga masyarakat dusun Sakti Buana kecamatan Seputih Banyak ini agar menjaga pola hidup sehat dengan cara mengkonsumsi buah-buahan contohnya pisang, jeruk dan juga minum jamu untuk stamina dan daya tahan tubuh agar tidak mudah terkontaminasi virus covid-19 dan virus lainnya,” paparnya.

Pada kesempatan kali ini ibu Dewi Nadi (sapaan akrabnya) didampingi oleh suaminya bapak I Komang Koheri SE yang juga sebagai anggota komisi VIII DPR RI turut memberikan bantuan ratusan sak beras dan ratusan masker kain kepada warga masyarakat dusun Sakti Buana dalam rangka antisipasi pandemik virus corona atau covid 19, dan bantuan ini di berikan kepada warga kurang mampu yang sangat terimbas oleh pandemi virus corona.

“Saya berharap bantuan beras dan masker ini dapat sedikit meringankan beban yang ditanggung masyarakat karena saat ini memang kita sedang menghadapi masa masa sulit dan berharap semoga pandemi covid-19 yang menimpa bangsa Indonesia dapat segera sirna dan kita kembali normal kembali seperti sedia kala,” pungkasnya. (Red)